Rabu, 30 Agustus 2017

Liburan Musim Panas Bercinta Bareng Member JKT48


Perkenalkan namaku Rangga, usiaku kini 25 tahun, saat ini aku mengelola sebuah Villa milik org tua di puncak. Sebenarnya agak males sih, tapi suatu hari aku mendapat email kalau long weekend minggu depan Villa org tuaku kedatangan tamu 4 orang gadis dari Jakarta. Sepertinya asik juga nih daripada long weekend gak jelas, mending jagain Villa ortu sambil jagain para gadis yang mau menginap, siapa tau ada yg nyantol, hehehe.

Oh iya, kata temen2, aku mirip aktor tampan Rio Dewanto. Tapi sampe saat ini aku masih jomblo sih 😢. Okeee balik ke masalah tadi, ke 4 gadis tsb booking 1 Villa yang lengkap dgn kolam renang dan seorang helper, ya udah mending aku aja yg jadi helpernya. Jadi gak sabar nunggu Minggu depan. 

Dan akhirnya hari yang ditunggu pun tiba. Salah satu dari mereka yang bernama Shani menelponku. Halo kak, ini aku Shani yang booking Villa buat berempat. Oh iya mbak Shani, silahkan datang, Villanya sudah siap kok. Setelah menunggu beberapa jam akhirnya datang juga sebuah mobil Avanza berwarna hitam masuk ke dalam Villa, dan keluar seorang cowok yang mengaku dari Manajemen JKT48, rupanya mereka memastikan Villanya aman. Ohhh rupanya keempat gadis tersebut adalah member JKT48, wah beruntung deh diriku. Si cowok tadi berpesan kepadaku agar menjaga mereka dan jangan sampai ada orang yang mengganggu mereka dan siap memenuhi kebutuhan mereka selama tinggal di Villa. Akupun menyetujuinya.

Akhirnya mereka berempatpun turun dari mobil. Wahhh mereka terlihat seperti bidadari tanpa make up dengan wajah yang polos dan sungguh cantik. Aku sempat tercengang dan lamunanku terhenti saat muncul suara memanggilku, Kak Rangga ya? "Eh iya, kenalan dulu donk", akhirnya mereka memperkenalkan diri, Shani, Gre, Anin dan Vanka. Dengan cepat akupun menghafal nama mereka. Okeee kakak antar kalian liat2 ke dalam Villa dulu ya, akhirnya aku tuntun mereka dan memperlihatkan kamar2, ruangan keluarga, kamar mandi, dapur dan kolam renang. "Kalian kalo butuh kakak bisa tlpon ke nomer HP ini atau bisa datang ke kamar di ujung belakang taman", "Baik kak" Kata Shani. Kebetulan kamarku letaknya Tidak jauh dari bangunan utama dan terletak di ujung taman. Villa ini berbentuk minimalis dan hanya berlantai 1. Kebetulan saat itu mereka sampai sore menjelang malam, akupun mempersilahkan mereka untuk mandi dan istirahat dan memberitau mereka kalau pada malam hari, aku mau bakar ikan di pinggir kolam. Mereka pun menyambutnya dengan senang hati. Merekapun masuk ke dalam kamar masing-masing, saat itu Anin satu kamar dengan Vanka dan Shani dengan Gre. Akupun kembali ke kamarku yang berada di ujung taman sambil mempersiapkan peralatan untuk bakar-bakaran ntar malam. Saat sedang di kamar aku melihat lampu kamar dan kamar mandi mereka menyala, rupanya mereka sedang mandi.

Setelah jam 9 malam rupanya Shani menelponku dan mengatakan kalau malam ini mereka lebih memilih beristirahat terlebih dahulu karena keesokan paginya mereka mau berenang. Akupun meng iya kan walaupun agak sedikit kecewa sih karena malam ini gagal ditemani para bidadari cantik. Aku pun memilih untuk nonton TV sambil ngenet di kamarku, sambil penasaran mencari2 nama mereka di google. Kebetulan aku adalah orang biasa yang kurang tau JKT48, tapi setelah melihat dan membaca2 informasi tentang mereka, seru juga sih, apalagi Shani yang banyak fansnya. Setelah bosan membaca mata ini tak kunjung ngantuk. Aku kebingungan dan perasaan kecewa masih menghinggap di kepalaku karena gak jadi bakar ikan bareng para bidadari cantik JKT48 tersebut. Setelah jam menunjukkan pukul 1 dini hari, akupun penasaran ingin melihat kamar mereka. Taman tempat kamarku berada kalau malam memang sangat gelap, karena lampu memang sengaja dimatikan untuk berhemat. Saat itu aku berjalan di taman tersebut sambil melihat kamar mereka. Rupanya dari dua kamar yang mereka tempati salah satunya masih terang karena belum mematikan lampu. Kamar di Villa tersebut memang ditutupi oleh tirai namun bagian atas terdapat lubang angin yang lumayan besar. Akupun mengambil tangga kecil ingin melihat kamar siapa yang lampunya tidak dimatikan tersebut. Setelah kumelihat dari lubang angin di atas jendela, rupanya itu adalah kamar Anin dan Vanka. Aku melihat Vanka tidur mengenakan selimut dan Anin mengenakan daster tipis selutut rupanya Anin gak kebagian selimut. Niat awalku sih penasaran aja siap yang gak mematikan lampu, tapi setelah melihat body Anin yang sedang mengenakan daster, pikiran jahatku mulai muncul. Oh iya, posisi tidur mereka membawahi jendela, sehingga kaki mereka menghadap ke arahku.

Setelah 15 menit melihat Anin, akupun bosan, dan kembali ke kamar kemudian menyetel lagu dan berusaha untuk tidur. Tapi namanya pikiran kotor sudah merasuk, akupun gelisah dan coba nonton bokep di laptop, tapi tetap saja penasaran dan berharap kalau Anin telanjang di kamarnya. hampir 1 jam gelisah di kamar akhirnya akupun coba kebali mengintip kamar Anin dan Vanka. Aku kembali mengambil tangga kecil yang dapat digunakan juga untuk bangku, kemudian menaruhnya di depan jendela kamar, kemudian akupun naik ke atas lubang angin dan melihat ke dalam kamar Anin. Wow, rupanya pose Anin telah berubah, kali ini Anin berbalik arah namun dasternya tersingkap sehingga CD dan bokong mulusnya terlihat jelas. Akupun mengambil HP dan merekamnya. Sungguh pemandangan yang sangat indah, ingin rasanya aku masuk kamar dan membuka CDnya. Gak terasa sudah hampir 30 menit aku mengintip dan Anin berganti posisi sebanyak 3 kali, yang terakhir Anin tidur telentang sambil salah satu kakinya menekuk dan mengangkang sehingga jelas sudah terlihat belahan memeknya yang masih dibalut CD putih dan tipis tersebut. Pikirku daripada gak bisa tidur, mending aku coli aja sambil liatin Anin. Aku pun coli hingga 3 menit dan akhirnya keluar juga pejuku mebasahi jendela kamarnya.

Keesokan harinya, aku berusaha bangun pagi dan menyiapkan sarapan pagi untuk mereka. Dan merekapun keluar dari kamar masing-masing. Aku masih terbayang bokong dan memek Anin yang membuatku coli semalam. Mereka pun sarapan dan kemudian mengganti pakaian dengan pakaian renang. Aku menjaga mereka dari pinggir kolam renang. "Kak, ikutan renang donk", kata Vanka, "Iya Kak sini ikutan, sekalian ajari aku renang", kata Anin. Wah ajakan ini tidak dapat kutolak, akupun membuka bajuku, terlihat perut sixpack ku dan Shani berkata "Waaa, Sixpack", kemudian diikuti oleh Gre dan Vanka "Woww kakak sixpack", duh aku jadi tersanjung. Akupun terjun ke kolam renang, berenang bersama para bidadari JKT48 ini. Saat itu Anin minta diajarin renang, akupun mendekatinya dan memegang pinggulnya, dia pun berenang sambil kupegangi.

Wah makin lama rupanya otongku makin tegang karena selain mengajari Anin renang, akupun memangi pinggul Anin dan melihat keindahan bokongnya. Duh aku makin grogi karena kontol ini makin tegang sehingga pasti terlihat dari luar. Rupanya saat itu Shani berenang ke arahku, dan tanpa sengaja menyenggol bagian depanku dan mengenai kontolku. Diapun berdiri dan melihatku, akupun salah tingkah tapi dia hanya diam saja. Aku berharap Shani tidak tau. Setelah selesai berenang, merekapun bergegas untuk mandi. Karena masih siang hari, aku takut untuk mengintip. Aku membiarkan mereka melakukan kegiatan sambil menunggu malam hari. Akupun berdiam diri di kamar sambil membayangkan mereka berempat terutama Anin. Tiba-tiba akupun mendapatkan ide kotor, aku membuka internet dan mencari tentang obat tidur. Akupun mendapatkan referensi tentang obat tidur yang paling ampuh dan aku mencoba membelinya secara online. Setelah menunggu beberapa jam barang pun diantar ke Villa dan kubayar.

Setelah malam hari, rupanya Shani ingin berenang sendiri. Akupun menemaninya sambil duduk di tepi kolam renang. Kami ngobrol tentang JKT48 kemudian ngobrol tentang keseharian. Rupanya Shani tidak canggung kepadaku, diapun bercerita kalau fans ada juga yang hanya suka melihat paha para member saat di theater. Akupun menjawab "Yah, Shani cantik sih, trus seksi, cowok mana yang 
gak suka liat paha Shani", "Ah, kakak bisa aja" Kata Shani. Setelah capek berenang Shani pun minta ijin untuk mandi. Kebetulan para gadis yang lain sedang nonton TV, kesempatan bagiku untuk ngintip dari taman. Setelah memastikan para gadis yang lain sedang asyik nonton TV, akupun mengambil tangga kecilku kemudian menaruhnya di ventilasi kamar mandi tempat Shani sedang mandi. Saat lampu kamar mandi menyala dan kemudian terdengar suara air, akupun naik tangga dan mulai mengintip. Saat itu terlihat Shani baru masuk ke kamar mandi dan mulai membuka baju renangnya, mulai dari atasan dan bawahannya menyisakan BH dan CD saja. Eh rupanya ada yang mengetok pintu kamar mandi, setelah dibuka ternyata Gre masuk ke kamar mandi dan rupanya mau pipis. Saat itu Shani masih mengaca sambil mengenakan CD dan Bra saja. Saat itu aku melihat pemandangan yang sangat indah, Gre yang mau pipis membuka celana jeans dan CD yang dikenakannya, terlihat bulu halus yang menghiasi memeknya, lalu kemudian Gre pipis sambil berjongkok membelakangiku. Pantatnya sungguh indah dan setelah cebok Gre pun mengenakan celananya dan kemudian keluar kamar mandi.

Setelah itu Shani melanjutkan untuk mandi, diapun membuka bra dan CDnya dan akhirnya terlihat keindahan tubuh Shani yang sedang telanjang bulat. Pantat Shani begitu mulus karena saat itu dia sedang membelakangiku. Saat dia menyalakan shower, akhirnya dia berbalik badan, wowww memeknya sungguh bersih tanpa ada bulu yang menutupi garis memeknya. Toketnya pun sungguh kencang dengan puting susu yang kecil berwarna pink kecoklatan. Perasaanku gak karuan melihat pemandangan seperti ini. Shani menyabuni tubuhnya mulai dari toketnya hingga belahan memeknya, kemudian dia menggosok belahan pantatnya dengan sabun. Sungguh bikin merangsang, aku melihat toket, pantat dan memek Shani, seorang member JKT48. Karena tidak ingin melewati momen indah ini, akupun merekam adegan ini menggunakan smartphoneku. Tanpa sadar ternyata aku sedang coli sambil melihat tubuh telanjang Shani. Saat sedang menikmati pemandangan Shani sedang mandi, tiba-tiba kamar mandi sebelah menyala. Karena penasaran, akupun memindahkan tangga ke kamar mandi sebelah dan mengintip, ternyata Vanka sedang pipis. Sudah tentu aku tidak ingin melewatkan momen berharga ini, Vanka yang mengenakan daster kemudian membuka CD yang dikenakannya. Terlihat pantatnya yang besar dan bulat membuat kontol ini ingin memasukinya. Vanka juga pipis sambil jongkok namun bedanya menghadap ke arahku. Aku melihat dengan jelas lubang memeknya dengan bulu halus yang tipis saat air kencingnya keluar. Benar-benar pemandangan yang tak terlupakan, setelah selesai pipis akupun kembali mengintip kamar mandi sebelah. Setelah melihat kamar mandi tersebut, sungguh mengecewakan, rupanya Shani sudah mengenakan pakaian karena sudah selesai mandi. Benar-benar kecewa karena aku belum selesai ngocok.

Tapi usahaku tidak sampai di sini, aku masih memegang obat tidur, akupun membuatkan minuman hangat untuk mereka berempat dan tidak lupa mencampurnya dengan obat tidur. Setelah memberikan minuman hangat tersebut akupun tiduran di kamarku sambil menunggu beberapa jam sampai obat tersebut bereaksi. Menunggu adalah hal yang membosankan, akupun gelisah dan tidak sabar ingin menikmati tubuh2 indah tersebut.

Setelah beberapa jam kemudian, jam menunjukkan pukul 01:00 dini hari. Akupun ingin melihat reaksinya, setelah melihat jendela kamar mereka masing2 rupanya kamar Shani dan Gre menyala dan kamar Anin dan Vanka masih gelap. Akupun memberanikan diri masuk ke dalam Villa bangunan utama. Saat masuk ke ruang keluarga betapa terkejutnya aku, ternyata Anin dan Vanka tidur di ruang keluarga dalam keadaan TV masih menyala. Aku mencoba untuk batuk2 di dekat mereka untuk memastikan bahwa mereka sudah tertidur pulas. Setelah itu aku coba masuk ke dalam kamar Shani dan Gre dan melakukan hal yang sama. Ternyata obat tidur tersebut sudah bereaksi. Otak nakalku pun beraksi, aku mulai dari Vanka dan Anin yang mengenakan daster. Saat itu Anin tidur tengkurap dan Vanka tidur dalam keadaan duduk dan kedua kakinya mengangkang. Aku pun menyingkap daster Anin hingga terlihat CDnya. Karena tidak ingin menyia2kan waktu, aku pun membuka CD Anin dan Vanka hingga memek kedua gadis ini terlihat jelas. Akupun memotret mereka dan kemudian kulanjutkan aksi ini kepada Shani dan Gre. Shani pun memakai daster namun Gre mengenakan celana jeans sehingga lebih susah. Tapi karena niat jadi tidak ada yang susah. Mereka berempat pun kini tidak mengenakan CD dan memperlihatkan memek dan pantatnya.

Akupun membuka celana dan mulai ngocok dan menggesek2an kontolku ke pantat Gre. Aku membuka sedikit lubang pantat Gre dan menjilatinya. Lidahku memainkan lubang pantat dan memek Gre, rasanya sungguh aneh namun nikmat. Setelah itu aku berpindah ke Shani, aku memainkan klitoris Shani menggunakan jari dan kemudian menjilati klitorisnya, setelah itu aku menggesek2kan kontolku ke memek Shani. Setelah mau keluar, akupun menahannya dan kemudian keluar kamar. Rasanya aku ingin merasakan memek semuanya, akupun menjilati memek Anin, kubuka lubang memeknya dan kemudian jilatanku berpindah ke lubang pantatnya. Setelah itu pindah ke Vanka. Karena posisi Vanka yang sedang duduk, jadi aku hanya bisa menjilati memeknya saja. 
Setelah merasakan nikmatnya lubang memek dan pantat mereka, akupun menjadi bingung, karena di hadapanku ada 4 bidadari cantik tanpa mengenakan CD. Tapi karena tidak ingin menyia2kan waktu, akupun kembali mengerjai Anin. Aku mencoba mencium bibirnya kemudian menjilati bibirnya, dan menggesek2an kontolku di bibir Anin. Setelah itu aku mengangkat dasternya hingga ke atas sehingga terlihat toketnya yang masih dibalut BH. Kemudian aku membuka BH Anin, setelah itu aku berpindah ke belakang tubuhnya, aku menggesek2an kontolku ke memeknya dari belakang sambil tanganku meremas2 toketnya dan memainkan puting Anin. Setelah bermain selama 5 menit akupun berpindah ke Gre. Aku juga membuka BH Gre dan Shani kemudian menggesek2an kontolku sambil meremas2 toket Shani dan Gre, sungguh nikmat. Setelah aku merasakan pejuku akan keluar, akupun kembali berpindah ke Anin, rasanya aku ingin coba memasukkan kontolku ke dalam memeknya, tapi takut kalau ternyata di masih virgin. Karena sudah kesetanan akupun membasahi memek Anin dengan air liurku kemudian aku menyodoknya dan blesss, masuk juga kontolku ke dalam memeknya, lalu aku genjot sekuatnya, tubuh Anin bergoyang kencang, setelah beberapa menit kugenjot rasanya peju ini sudah mau keluar, lalu kontolku ku cabut dan aku mencoba memasukkannya ke dalam lubang pantat Anin. Sangat sulit memang, tapi akhirnya berhasil masuk sedikit (hanya kepalanya saja) lalu pejuku muncrat di dalam lubang pantat Anin. Setelah itu aku memperbaiki pakaian keempat member JKT48 ini dan kembali ke kamarku.

Sungguh pengalaman yang nikmat dan berharga bgt, aku dapat merasakan lubang kenikmatan Anin, Vanka, Shani dan Gre. Tidak lupa aku mengabadikan momen berharga tersebut menggunakan kamera smartphoneku. Keesokan harinya pun mereka terbangun seperti biasa dan akupun berlagak seperti tidak terjadi apa2. Rupanya mereka kembali ingin berenang, tapi hanya Anin yang tidak berenang. Kata Gre "Nin, kenapa lu gak ikutan renang?", Kata Anin "Lain kali deh, pantatku perih nih", Gre, Shani dan Vanka pun tertawa, dan aku merasa sedikit bersalah. Setelah berenang mereka pun bersiap2 untuk pulang karena liburan telah usai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar